Akhir-akhir ini dunia kesehatan sedang digemparkan dengan kasus penjualan obat kadaluarsa. Ribuan obat kadaluarsa yang beredar di pasar obat pramuka ini berhasil dibongkar oleh Polda Metro Jaya pada 5 September 2016 lalu. Obat yang dijual bisa dalam bentuk satuan maupun grosir ke pelanggannya sejak tahun 2006. Jenis obat yang diperjualbelikan mulai dari obat bebas hingga obat keras untuk penyakit kronis. Modus yang digunakan yaitu menghapus dan mengubah tahun kadaluarsa obat dari berbagai merek sehingga konsumen akan terkecoh dengan produk obat tersebut (Amelia, 2016).

         Peredaran obat kadaluarsa dapat mengancam kesehatan konsumen dan mengancam jiwa karena seharusnya obat tersebut segera dimusnahkan bukan malah diperjualbelikan secara bebas. Resiko mengonsumsi obat kadaluarsa dapat bermacam-macam, mulai dari timbul alergi, perburukan gejala penyakit, timbulnya penyakit baru, keracunan, hingga kematian. Apalagi jika konsumen merupakan pelanggan tetap yang sudah sering terkecoh membeli obat kadaluarsa. Hal ini pasti akan merugikan kesehatan jangka panjang pasien.

Oleh karena itu, konsumen harus lebih waspada dalam memilih dan membeli obat-obatan. Berikut beberapa tips untuk mengetahui obat kadaluarsa.

  1. Cek tanggal kadaluarsa pada kemasan. Jika tanggalnya sudah diubah pasti akan berbeda cetakannya dan jenis hurufnya.
  2. Cek warna kemasan, jika sudah kadaluarsa pasti warnanya akan lebih kusam

Jenis obat ada berbagai macam yaitu tablet, kapsul, salep, sirup, dan injeksi. Beberapa obat tersebut ditemukan dipasar pramuka dalam kondisi kadaluarsa. Polisi menyita 1.963 strip obat kadaluarsa, 122 strip obat kadaluarsa yang diganti tanggalnya, 49 botol obat cair, dan 24 karung obat kadaluarsa yang berisi ribuan butir (Belamirnus, 2016). Berikut tips dan trik untuk membedakan obat kadaluarsa dan obat baik  :

  1. Tablet
    • Ada perubahan warna, bau, rasa, dan konsistensinya.
    • Adanya perubahan ukuran (mengecil) dan ketebalan.
    • Timbul bintik- bintik yang muncul di permukaan tablet dan tidak pernah ada sebelumnya.
    • Ada lubang atau sumbing di tablet.
  1. Kapsul
    • Kapsul meleleh, lengket, dan rusak.
    • Berubah ukuran panjangnya.
    • Warna kapsul memudar.
  1. Serbuk
    • Terjadi perubahan warna, bau, dan konsistensi.
    • Adanya gumpalan serbuk.
  1. Sediaan cair (sirup, eliksir, emulsi, suspensi)
    • Adanya perubahan warna, bau, dan konsistensinya.
    • Perubahan kelarutan.
    • Tidak homogen lagi (susah dicampurkan).
    • Timbul endapan
    • Warna menjadi keruh
    • Botol kemasan rusak.
  1. Salep / krim / pasta
    • Ada perubahan konsistensi misal menjadi pecah-pecah atau terpisah-pisah.
    • Konsistensi dan baunya berubah.
    • Viskositas berubah.
    • Tidak homogen lagi
    • Susah menyebar di kulit.
    • Bentuk partikel tidak rata.
    • Pot atau tubenya bocor.

 (Dokter Anak Indonesia, 2014)

Daftar Pustaka

Amelia, M., 2016, Polisi Bongkar Peredaran Obat Kadaluarsa di Pasar Pramuka, http://news.detik.com/berita/3290878/polisi-bongkar-peredaran-obat-kedaluwarsa-di-pasar-pramuka, diakses pada Jumat, 14 Oktober 2016, pukul 19.00 WIB

Belamirnus, R., 2016, Seminggu Pasca Temuan Obat Kadaluarsa, Penjualan Obat di Apotek Pramuka Anjlok, http://nasional.kompas.com/read/2016/09/09/13282211/seminggu.pasca-temuan.obat.kedaluwarsa.penjualan.di.apotek.pasar.pramuka.anjlok, diakses pada Jumat, 14 Oktober 2016 pukul 19.00 WIB

Dokter Anak Indonesia, 2014, Kenali Ciri-Ciri dan Bahaya Obat Kadaluarsa, https://growup-clinic.com/2014/08/28/kenali-ciri-ciri-dan-bahaya-obat-kadaluarsa/ diakses pada Sabtu, 15 Oktober 2016 pukul 22.00 WIB


Klinika Farmasi UGM

Klinika merupakan sebuah kelompok studi di Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.